Perbedaan Content Writer dan Copywriter yang Perlu Dipahami

Berencana menjadi seorang jasa penulis artikel, alangkah baiknya memahami perbedaan content writer dan copywriter sebelum mendaftar jadi penulis. Hal ini karena perkembangan profesi penulisan telah berkembang pesat dan terspesifikasi.

Perusahaan tidak lagi membutuhkan penulis yang hanya mampu menghasilkan tulisan secara umum, namun harus sesuai dengan kebutuhannya. Seperti membuat konten marketing, persuasif, atau update informasi rutin. Karenanya job penulisan juga dispesifikkan.

6 Perbedaan Content Writer dan Copywriter

Memang antara kedua profesi tersebut berasal dari rumpun yang sama. Tetapi keduanya memiliki perbedaan mendasar. Hal ini dapat dilihat dari hasil tulisannya, content writer menghasilkan tulisan panjang sedangkan copywriter lebih singkat.

6 Perbedaan Content Writer dan Copywriter

Hasil tulisannya ini tidak terlepas dari latar belakang penyusunannya sendiri. Untuk memperdalam perbedaannya, akan dibedah dari beberapa aspek. Yaitu tujuan, audiens, media, gaya bahasa, ukuran keberhasilan, dan keterampilan profesinya.

1. Tujuan Penulisannya

Setiap tulisan memiliki tujuan khusus tersendiri, terkait content writer akan diminta untuk menuliskan berbagai konten dengan tujuan informatif. Tujuannya adalah memberikan edukasi, memberi pengetahuan, hingga meningkatkan kepercayaan pembaca.

Melalui tulisannya ini nantinya akan dibangun kesadaran secara perlahan – lahan mengenai brand perusahaannya. Konsistensi penulisan juga diperlukan, terlebih menyesuaikan dengan perkembangan trennya, sehingga tulisannya bisa relevan.

Baca juga tentang jasa content writer

Lain halnya dengan copywriter, tidak lagi dimintai untuk memberikan informasi mendetail, tetapi fokus pada penjualan. Tujuannya tidak lagi sebatas kognisi – afeksi, namun juga sampai mengambil tindakan, seperti membeli produknya.

Tujuan ini muncul dari fenomena bahwa konsumen terkadang kebingungan memutuskan pilihannya. Terdapat berbagai sebab, seperti kurang merasa butuh, ada substitusi yang lebih menarik, atau belum mengenal brandnya.

2. Audiens yang Menjadi Sasaran

Sasaran audiens pada tulisan konten lebih pada pembaca dengan kebutuhan untuk memahami suatu produk tertentu. Misalnya ketika hendak membandingkan produk satu dengan lainnya, informasi detail dari tulisan kontennya sangat diperlukan.

Juga bisa menarget audiens dengan ketertarikan pada informasi terkini terkait topik tertentu. Contohnya ingin mengenal perkembangan gadget beserta fitur terbarunya. Tentunya informasi ini hanya bisa diperoleh apabila tulisannya mendetail.

Sedangkan pada tulisan copy, disasarkan pada audiens dengan tingkat kebutuhan mendesak. Biasanya sudah mengenal produk atau brandnya, tetapi masih ragu untuk membeli produknya. Untuk memperkuat pilihan audiens, diperlukanlah copywriter.

Terdapat perbedaan content writer dan copywriter mendasar dalam pemilihan audiensnya. Sehingga harus memahami kebutuhan audiensnya, apabila ingin memperkuat keputusan, copywriting lebih cocok digunakan.

3. Media yang Digunakan untuk Mempublikasikan

Content writing membutuhkan ruang lebih luas dalam mempublikasikan tulisannya. Penggunaan media sosial untuk mikrobloging, website resmi, atau majalah bisa digunakan. Dengan demikian semakin banyak informasi yang bisa dibagikan dengan pembaca.

Ketika menentukan platform medianya, juga harus memperhatikan kondisi demografisnya. Karena nantinya akan mempengaruhi gaya bahasa serta panjang artikelnya. Contohnya untuk mikroblog, biasanya gaya bahasanya santai dan singkat.

Berbeda sekali dengan copywriting, tulisannya harus singkat, sehingga ketika dilihat sekilas sudah dapat terbaca pesannya. Penggunaan medianya bisa bervariasi, seperti pamflet, short ads, dikembangkan menjadi jingle, dan billboard.

Sehingga outputnya tidak hanya sebatas tulisan, tetapi juga bisa dibentukkan dalam jingle atau audio visual. Perkembangan pop up pada website atau ads di berbagai aplikasi juga bisa dimanfaatkan.

4. Penggunaan Gaya Bahasa Tulisan

Perbedaan content writer dan copywriter berikutnya adalah dari gaya bahasanya. Penulisan konten diharuskan memberikan informasi secara detail, mendalam, dan padat. Tidak boleh bertele – tele karena mempengaruhi kenyamanan membaca.

Pembaca harus dibuat nyaman serta antusias dalam mengikuti berbagai perkembangan kontennya. Selain itu untuk mampu menarik pembaca, juga harus memasukkan kaidah SEO dalam setiap penulisan kontennya.

perbedaan content writer dan copywriter

Sedangkan pada copywriting, ada rules tertentu. Di antaranya adalah singkat, mudah diingat, dan mudah diucap. Juga harus mampu menjawab kebutuhan pelanggan, sehingga selain melekat di benak juga mendorong bertindak.

Tidak perlu menjelaskan panjang lebar mengenai produknya, karena diasumsikan pembaca sudah mengenalnya. Kalaupun belum mengenal, bisa diedukasi melalui konten lainnya. Kecepatan dan susunan kata yang menarik menjadi prioritasnya.

5. Ukuran Keberhasilan Tulisannya

Mengenai ukuran keberhasilan tulisannya, ada perbedaan content writer dan copywriter. Tentunya juga mengacu pada tujuan awal tulisannya dibuat. Pada content writing, keberhasilannya adalah banyaknya engagement konten.

Semakin banyak orang yang mampir, membaca hingga selesai, serta terus mengikuti perkembangan kontennya menunjukkan tulisannya berhasil. Memang dalam penjualan mungkin belum signifikan, namun sudah memiliki pembaca loyal.

Copywriting berbeda, ukuran keberhasilannya lebih pada jangka pendek. Yaitu ada atau tidaknya kenaikan dalam penjualan. Apabila kenaikannya tidak begitu signifikan, berarti tulisannya kurang mampu mendorong pembaca untuk bertindak.

Perlu segera mengevaluasi serta menyusun kata – kata baru. Pastikan mampu menggugah emosi dari pembaca dan membangkitkan kebutuhannya, sehingga dorongan untuk bertindak akan lebih kuat.

6. Keterampilan Profesi yang Dibutuhkan

perbedaan content writer dan copywriter juga memunculkan keterampilan dasar berbeda. Profesi penulis konten harus memiliki keterampilan dalam meriset topik tren dan kekinian. Selain itu juga harus mampu membuat tulisan panjang namun menarik.

Sedangkan profesi copywriter, keterampilan dalam menyusun kata indah menjadi prioritas. Kepekaan emosi, empati, serta pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan akan sangat membantu menyusun tulisan yang menyentuh hingga memunculkan dorongan bertindak.

Memang keterampilan dasar yang dibutuhkan berbeda, namun lebih baik apabila memiliki kemampuan seimbang. Terkadang dalam dunia penulisan, penulis konten juga akan dituntut untuk membentuk paragraf persuasi.

Kedua bidang profesi tersebut kini sedang dicari – cari. Salah satu alasannya adalah perkembangan era industri kini berlomba – lomba memasuki dunia digital. Untuk mampu bersaing, penulis sangat dibutuhkan dalam memperbarui konten atau menarik pembeli.

Kebutuhan tersebut memunculkan spesialisasi pekerjaan jasa artikel pilar bagi seorang penulis. Memahami perbedaan content writer dan copywriter mampu membantu mempersiapkan diri sebelum melamar menjadi seorang penulis.